Kisah Inspiratif Mahmudi, dari Kuli Bangunan Jadi Pengusaha Konstruksi di Jepang

Meski lahir dan besar di desa, Mahmudi justru lebih dahulu menjejakkan kakinya di salah satu metropolitan dunia, Tokyo, ketimbang Jakarta. Bukan sebagai pelajar atau mahasiswa cerdas peraih beasiswa dari lembaga donor bergengsi. Sama sekali bukan! Anak bungsu tiga bersaudara dari pasangan Sanirin dan Sutingah itu datang ke Negeri Sakura pada 2001 sekedar menjalani takdir.

“Ibu meninggal ketika saya umur dua tahun, dan bapak cuma buruh tani. Saking miskinnya, kalau ditanya apa cita-cita saya, ya asal bisa makan dan hidup, itu sudah lebih dari cukup,” tutur Mahmudi memulai kisah hidupnya. 

detikFinance berjumpa dengannya saat jamuan makan malam Diaspora Indonesia di Sekolah Republik Indonesia Tokyo, 28 November 2017. Agar bisa sekolah di tingkat tsanawiyah (SMP), usai jam sekolah, warga Desa Tanen, Rejotangan, Kabupaten Tulungagung itu menjadi pemetik buah kelapa. 

Upahnya per pohon, Rp 100 rupiah. Di tingkat Aliyah (SMA), agar bisa bebas biaya SPP dia menjadi petugas kebersihan sekolah. Tapi Mahmudi mengaku melakoni semua itu dengan happy. Singkat kata, dia sudah teruji soal melakoni hidup prihatin. 

Karena itu ketika di Jepang, dia enteng saja ketika harus bekerja serabutan. Selama enam tahun pertama Mahmudi pernah menjadi petugas cleaning service, kuli bangunan, hingga sopir. Padahal mertuanya, Fukumoto, tergolong orang berada. Tapi dia pantang menengadahkan tangan. Begitu pun sang mertua bukan tipe yang mudah trenyuh untuk begitu saja mengulurkan bantuan.

“Saya menjalani semuanya sebagai proses magang untuk memperlancar Bahasa Jepang, mengenal jalanan, hingga teman dan relasi,” kata Mahmudi.

Sementara Noriko, anak perempuan Fukumoto yang dinikahinya pada awal 2001 juga tak tergolong manja. Untuk menopang kehidupan rumah tangga, Noriko bekerja di hotel. “Istri mensupport dan menghormati apapun pekerjaan saya,” imbuhnya. 

Kemeja berbalut dasi dan jas necis, serta sepatu kulit mengilat baru melekat di tubuhnya pada pengujung 2007. Kala itu, dia dipercaya untuk berkongsi dengan rekannya orang Jepang sesama pekerja bangunan. Si teman itu rupanya terpuruk menjadi kuli bangunan karena usaha konstruksinya bangkrut.

Melihat cara kerja dan kegigihan Mahmudi, temannya yang orang Jepang itu terpacu untuk kembali mengaktifkan perusahaan konstruksinya. Dengan tabungan yang ada, dibentuklah PT Kehin. Mahmudi berperan ala direktur operasional. 

Dua tahun kemudian, Mahmudi mengalihkan bidang usahanya ke semacam event organizer. Dia menangani berbagai kebutuhan operasional para pengusaha, pejabat pemerintah, anggota DPR/D dari Indonesia ke Jepang. 

“Bahkan saya juga ikut cawe-cawe ketika RI-2 berkunjung ke sini,” kenang lelaki kelahiran Tulung Agung, 16 Juli 1974 itu bangga.

Pada 2011, ayah dari Fukumoto Notisia M. Cinta dan Fukumoto Rafa M. Ratu itu membentuk unit usaha baru, PT Karya Nusa Solusi (KNS). Hal ini berawal dari keprihatinannya melihat banyak WNI yang magang di Jepang selama 3 tahun, tak dapat memanfaatkan dengan baik tabungannya saat kembali di tanah air. Lewat KNS, dia mengajak mereka yang akan mengakhiri masa magangnya di Jepang bertemu dengan para pengusaha UKM untuk berkongsi.

“Usai magang tiga tahun di Jepang itu setidaknya punya tabungan Rp 300 juta, kalau tidak pandai mengolahnya ya akan habis begitu saja,” ujar Mahmudi.

Atas nasihat kuasa usaha di KBRI, pada 2016 dia mendirikan asosiasi Indonesia–Jepang Solusi (IJS). Asosiasi ini menjadi fasilitator bagi pemda-pemda di Indonesia yang ingin menjalin komunikasi dengan investor di Jepang.

Lalu pada Mei 2017, Mahmudi membentuk Niindo (Nippon Indonesia) untuk memfasilitasi berbagai pelatihan yang diperlukan pihak Indonesia dan Jepang. Dia mencontohkan bila ada Pemda di Indonesia yang perlu melakukan training tentang pajak dan manajemen lalu lintas.

“Itu kami yang handle. Saya yang lobikan untuk ke pihak Jepang siapa yang kompeten,” terang Mahmudi.

Seiring pergaulannya, Mahmudi mengaku olahraga yang ditekuninya sejak 10 tahun terakhir bukan lagi memanjat pohon kelapa atau membersihkan halaman rumah, melainkan golf. Hampir semua pimpinan BUMN di Jepang dan pejabat KBRI menjadi temannya bermain golf.

“Ini sudah kebutuhan, bukan gaya hidup. Mengajak golf mitra bisnis di Jepang itu legal, bagian dari servis,” kata Mahmudi. 

Bila dulu, dia lebih dulu mengenal Tokyo ketimbang Jakarta, kini dia biasa mondar-mandir antar dua kota besar itu. Tahun ini dia sudah tujuh kali ke Jakarta untuk urusan bisnis.

Selain itu, dia juga tak juga melupakan kerabat dan teman-teman dekat yang punya ketekunan dan kemampuan untuk bekerja dengannya. Tak diajak langsung ke Jepang, tapi diminta mengurusi sejumlah asetnya yang tersebar di Lampung, Bali, dan Lombok. 

“Ada bidang properti dan perkebunan,” ujarnya.

(***) 

Sumber:  Detik.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

7 Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis Bersama Sahabat

Apakah sobiz di tahun 2018 ini memiliki rencana untuk memiliki usaha bersama sahabat?

Memang cukup menyenangkan dan asyik kalau kita memiliki usaha bersama para sahabat, namun harus disadari lebih awal bahwa dengan mendirikan bisnis bersama sahabat akan lebih sering berselisih pendapat.

Meskipun alasan kamu ingin memulai bisnis dengan sahabat karena sudah saling kenal, sudah mengetahui sifat masing-masing, serta dekat secara personal yang akan membuat nyaman dalam bekerja sama.

Bekerjasama dalam berbisnis bukan hanya sekedar itu saja, banyak hal yang diperlukan untuk membangun sebuah usaha yang sukses bersama sahabat.

Pastikan dan yakinkan bahwa kamu dan para sahabatmu siap menjalankan usaha bersama-sama, dengan cara:
Bersikap profesional

Tinggalkan rasa tak enak hati saat harus menegur teman karena dia tidak profesional. Pilih mana, canggung sementara atau usaha kalian malah jadi berantakan lalu bangkrut?

Jangan takut mengkritik atau dikritik sahabatmu sendiri, bukan berarti dapat melakukan dan bertindak semaunya, tepati perjanjian yang sudah kalian sepakati bersama.
Pola pikir yang saling melengkapi

Selain pola pikir yang sama, kalian juga harus memiliki sikap yang satu ini. Untuk membangun usaha bersama dan berhasil, kamu membutuhkan seseorang yang memiliki ide out of the box dan ‘kaya’ kreatifitas.

Dengan cara ini kalian akan saling melengkapi satu sama lain. Keberhasilan bisnismu akan ditentukan dari cara berpikir yang beragam.
Visi dan misi yang sama

Sebelum memulai bisnis bersama sebaiknya kalian satukan visi dan misi tentang bisnis yang akan dibangun.

Dari mulai konsep, proses, tujuan, dan goal yang harus dicapai, segala hal harus kembali lagi ke visi dan misi yang sudah direncanakan bersama agar tidak ada kesalahpahaman.
Fair, percaya, dan transparan

Krisis kepercayaan biasanya yang menjadi risiko paling besar. Keterbukaan dalam segala hal sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah kepercayaan dan berlagu adik bagi kedua belah pihak.

Terutama masalah laporan mingguan, keuangan, dan hal lainnya.
Siap menerima risiko bersama

Berani untuk menerima segala kemungkinan. Pastikan segala konsekuensi sebaiknya terlebih dahulu diketahui dan dapat ditanggung bersama agar tidak berakhir menjadi perselisihan di kemudian hari.
Sifat yang objektif

Tetap berusaha untuk bersikap objektif terutama dalam mengambil keputusan.

Pilih dan pikirkan masukan ide yang paling realistis untuk dilaksanakan dan diterima.
Buang rasa ego

Kesampingkan sifat egois pada diri masing-masing dan utamakan kemajuan bisnis bersama. 

Nah, seperti itu langkah awal saat kamu dan sahabatmu ingin membuat bisnis bersama, pastikan sesuaikan dengan 7 point di atas terlebih dahulu ya, agar kamu tidak terjebak dengan bisnis yang merugi oleh sahabatmu. Semangat berbisnis, Sobiz! 😉 (akw)

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

6 Hambatan yang Biasa Ditemui Para Pebisnis

Dalam memulai usaha, bisnis atau berwirausaha pastinya selalu terdapat rintangan maupun kendala. Dari sinilah para pengusaha diuji ketangguhan dan pengetahuannya dalam strategi berbisnis. Hambatan, kendala maupun rintangan tidak hanya dialami oleh pengusaha pemula tapi juga pengusaha berpengalaman sekalipun. Hal ini wajar terjadi untuk menguji kamu untuk terus dapat berkembang atau apakah kamu malah akan menyerah begitu saja.

Sebenerarnya sesulit apa sih berwirausaha itu? Berwirausaha itu sangat sulit jika kamu hanya terus memikirkannya tanpa melakukan tindakan apapun. Jika begitu, lalu apa saja yang menjadi hambatan dan kendala dalam berwirausaha khususnya para pemula yang baru bergabung di dunia usaha? Berikut ini adalah hal-hal yang merupakan hambatan dan kendala yang umumnya pengusaha hadapi di awal-awal meniti karirnya sehingga dapat kamu antisipasi:

Kesulitan Modal

Pemasalahan klasik yang dihadapi para pengusaha baik pemula maupun berpengalaman sekalipun, kekurangan modal usaha ketika usaha sedang berjalan. Banyak cara untuk mendapatkan pinjaman uang yang tidak hanya berasal dari bank saja. Tergantung dari bagaimana kamu mau menyelesaikan masalah tersebut dan segera mengambil tindakan sebelum akhirnya usaha kamu kehabisan dana untuk operasional.
Mencari Pemasok dan Menjual Produk

Kendala selanjutnya adalah berkaitan dengan proses produksi dan pemasaran produk. Terkadang kita terlalu sibuk dengan pemikiran sendiri akan susahnya mencari pemasok bahan baku atau supplier untuk mendukung usaha. Sebenarnya mencari pemasok bahan baku tidak sesulit yang dibayangkan, saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk mempermudah pencarian pemasok bahan baku apapun yang kamu butuhkan untuk usaha kamu. Begitu pun halnya penjualan produk. Gunakanlah media-media yang ada dan teknologi yang semakin berkembang untuk mendukung usaha kamu. 
Takut Gagal dan Enggan Mengambil Resiko

Akibat terlalu banyak pikiran mengakibatkan ketakutan akan kegagalan dan akhirnya kamu jadi takut mengambil resiko untuk berwirausaha. Sebenarnya apapun yang kamu lakukan selalu memiliki resikonya tersendiri. Jika kamu benar-benar ingin berwirausaha tidak baik untuk selalu ada di zona aman, kamu harus melawan ketakutan kamu dan menghadapi apapun itu yang terjadi sebagai proses pembelajaran.
Salah Perencanaan dan Analisis

Sebelum memulai usaha, sangat dianjutkan untuk melakukan perencanaan sebelumnya dan analisa usaha secara matang terlebih dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula menganggap remeh hal ini sehingga  banyak yang terlewatkan dan akhirnya malah kewalahan ketika sesuatu buruk terjadi dalam proses. Yang krusial disini adalah dalam hal perencanaan dan analisa keuangan yang memiliki peran begitu penting dalam kelangsungan sebuah usaha. Mulailah memikirkan rencana jumlah modal yang kamu butuhkan baik untuk produksi, tenaga kerja, infrastuktur bangunan dan lain sebagainya hingga bagaimana aliran kas masuk hariannya.
Bisnis yang Tidak Sesuai dengan Diri Sendiri

Seringkali terjadi bagi beberapa pengusaha yang cenderung ikut-ikutan tren tanpa mencari tahu dan memperhatikan keahlian yang dimiliki masing-masing pribadi. Biasanya jika melihat beberapa pengusaha di bidang tertentu sukses lantas yang lainnya saling beradu membuka usaha di bidang yang sama dengan asumsi akan meraup kesuksesan seperti yang lain, kenyataannya adalah kamu harus melihat dulu apakah bidang tersebut sesuai dengan diri kamu, apakah kamu menguasai betul seluk beluk yang ada di bidang usaha tersebut. Sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka suatu usaha lebih baik lakukan dulu observasi dan reset lebih mendalam agar semua tidak sia-sia.
Rasa Malas, Kurang Semangat dan Kurang Percaya Diri

Kegagalan akan selalu terjadi bagi siapapun sebagai bentuk proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan adalah apakah ketika kamu mengalami kegagalan tersebut kamu langsung patah semangat dan kurang percaya diri untuk berinovasi? Jika demikian, inilah yang akan membahayakan bisnis dan diri kamu sendiri karena apapun yang kamu rintis nantinya akan kandas juga jika tidak disertai dengan kegigihan dan semangat juang yang tinggi. Jika mengalami kegagalan, buatlah diri kamu semakin tertantang untuk belajar dan menemukan celah strategi-strategi yang pas untuk menuju kesuksesan kamu.

(***)

Sumber: www.stellamaris.co.id

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Lawan Keterbatasan, Cewek Penyandang Disabilitas Ini Sukses Jadi Pengusaha Kue

Selama ini mungkin banyak orang memandang sebelah mata pada para penyandang down syndrome. Mereka dianggap terbelakang dan nggak akan punya masa depan cerah. Nggak heran deh cibiran kerap dirasakan mereka.

Tapi jangan salah. Tak selamanya penyandang down syndrome itu nggak bisa berbuat apa-apa. Salah besar kalau kamu berpikiran demikian. Buktinya, Collette Divitto, cewek asal Boston Amerika Serikat ini bisa menepis anggapan negatif itu.

Divitto yang gemar membuat kue ternyata bisa punya toko kue sendiri di kotanya. Seperti dilansir brilio.net dari Lifebuzz, Senin (26/12) Divitto sempat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan kue, namun tidak ada satu pun yang mau menerimanya.

Tapi ia tak pernah putus asa dan terus menekuni kegemarannya itu. Keuletannya serta semangat yang tinggi untuk meraih mimpinya, akhirnya terwujud. Ibunda Divitto, Rosemary Alfredo mengatakan perjalanan yang dilalui putrinya tidaklah singkat.

Ia harus harus menempuh berbagai rintangan sebelum akhirnya menemukan passionnya sebagai pembuat kue profesional. Awalnya Divitto membuat kukis dan beberapa kue untuk dititipkan di toko kue lokal di dekat rumahnya.

Saat itu ia dan sang bunda baru membuat 100 kukis dalam seminggu. Tapi tampaknya kue ini disukai banyak orang sehingga semakin hari semakin banyak yang memesan.

“Cookies buatan saya dianggap kue yang lezat dan membuat ketagihan,” kata Divitto dalam sebuah wawancara media belum lama ini.

Divitto adalah gadis yang suka memasak tapi dirinya lebih tertarik mengolah kukis cokelat. Kuenya punya rasa khas karena diberi tambahan aroma dan kayu manis.

Kini Divitto bisa menjual ratusan kukis dalam sehari dan setiap harinya selalu ada yang mencari kue lezatnya ini. Banyak juga pembeli yang penasaran dengan resep kue buatan Divitto.

Setiap ada yang menanyakan hal ini, ia hanya tersenyum bahagia dan mengatakan “resepnya rahasia.”

(***)

Sumber: brilio.net 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

3 Cara Memulai Usaha Bisnis di Indonesia

Memiliki bisnis yang baik bisa mendatangkan banyak keuntungan. Tidak hanya untuk pemiliknya, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan pekerjaan, sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Di Indonesia, ada banyak peluang bagi para pemula bisnis.

Berikut adalah beberapa tip untuk kamu yang ingin memulai usaha di Indonesia.
Menghadiri Seminar Kewirausahaan

Saat ini, seminar kewirausahaan sangat populer. Menghadiri seminar sebanyak yang kamu bisa karena mereka biasanya memiliki tamu atau pembicara yang berpengalaman di bidang ini. 

Juga, cobalah untuk mengajukan pertanyaan mengenai bisnis yang kamu minati sehingga kamu bisa lebih siap dan menjadi pengusaha/wanita yang lebih baik.
Jual Produk Unik

Carilah produk unik dan terdiferensiasi dengan baik yang dapat kamu tawarkan kepada calon konsumen. Misalnya pergi ke berbagai daerah di Indonesia dan jelajahi barang dan makanan tradisional mereka. 

Dari tempat-tempat ini, kamu bisa langsung menjual langsung dari para pedagang atau terinspirasi untuk menciptakan ciptaan kamu sendiri. 

Jika kamu tidak dapat menghasilkan kreasi unik, pilihlah produk non-musiman. Perhatikan bahwa untuk segala jenis produk, pastikan kualitasnya dipelihara dengan baik agar tidak mengecewakan.
Bisnis Online

Jika kamu tidak memiliki cukup sumber daya untuk memulai bisnis besar atau membangun toko batu bata dan mortir, mungkin kamu mempertimbangkan untuk memulai bisnis online, yang saat ini sedang booming di Indonesia.

Salah satu alasan fenomena ini adalah karena relatif lebih mudah untuk memulai, walaupun tidak harus lebih mudah. Bisnis e-commerce biasanya memerlukan platform khusus bagi kamu untuk menjual produk kamu, baik dari situs web berbayar atau gratis. 

Situs gratisan masih menjadi pilihan yang masuk akal untuk pemula. Namun, jika kamu memilih untuk memanfaatkan platform berbayar, yang biasanya dilengkapi dengan model berlangganan, kamu harus selalu ingat untuk memperbarui langganan sehingga situs web selalu tersedia untuk kamu dan yang terpenting, pelanggan kamu.

Semua dalam semua, sebagai pengusaha bisnis online, kamu juga harus rajin mempromosikan bisnis kamu secara menyeluruh melalui berbagai saluran online termasuk platform media sosial.(akw)
(***)
Penulis: Ajeng Kusuma Wardhani
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

Kisah Sukses Medina Zein, Bidan yang Jadi Miliarder Termuda

Tak ada yang menyangka jika di usia yang masih relatif sangat muda, 24 tahun, Medina Zein sudah mampu mencapai omzet 4,5 Miliar rupiah per bulan. Tak butuh waktu lama bagi Medina Susani Daivina Zein untuk merengkuh kesuksesan.

Hijaber yang lebih dikenal dengan sebutan Medina Zein ini adalah seorang wanita muda yang sangat inspiratif. Ia pun sukses menyandang predikat sebagai seorang milyuner muda.

Kisah sukses Medina dimulai karena ketertarikannya di dunia kecantikan. Medina memang suka mempercantik diri. Dia kerap berbanti-ganti produk kecantikan namun belum menemukan yang cocok.

Hingga akhirnya dia mencoba produk yang dibuat salah seorang keluarganya yang berprofesi sebagai dokter estetika. Produk tersebut rupanya cocok untuk Medina.

Ia pun sering mendapat pertanyaan dari teman-temannya mengapa wajahnya terlihat sangat berseri. Berawal dari sana, Medina memulai bisnisnya dengan membuka online shop.

Dia yang saat itu baru lulus kuliah jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Bandung, mencoba serius berbisnis.

Serius berbisnis, Medina mengikuti kursus pendek tentang estetika untuk menambah pengetahuannya. Kebetulan sebagai lulusan akademi kebidanan, Medina mempunyai hak mengikutinya.

Selesai kursus, Medina langsung membuka sebuah klinik kecantikan. Bermodal uang 50 juta hasil dari online shop, Medina membuka klinik di kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat. Klinik tersebut bernama Lazeta.

Di awal berdiri, karyawannya hanya lima orang, termasuk dirinya yang merangkap sebagai beautician. Sebagai langkah awal, Medina mengandalkan promosi melalui media sosial Instagram.Dia meng-endorse selebgram yang ternyata menarik minat konsumen. Tak hanya membeli, ada pula konsumen yang memilih menjadi distributor dan reseller.

Bisnis Medina itu rupanya berkembang pesat. Alhasil dalam waktu tak lama, dia kebanjiran order. Tahun 2013 merupakan masa penjualan tertinggi produknya.

Bisnis yang terus berkembang membuat pundi-pundi keuangan Medina semakin besar. Setiap bulan omzetnya mencapai Rp 4,5 miliar. Berkat keberhasilannya, Medina pun mendapat julukan sebagai hijaber miliarder.

Kini tak hanya klinik kecantikan saja, bisnis Medina pun semakin berkembang. Beberapa di antaranya adalah butik, travel agent, dan akan segera merilis lini kosmetik bernama MD Cosmetics.

(***)

Sumber: http://www.tribunnews.com  

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Kepulauan Riau Jadi Andalan Program Hot Deal Kemenpar

Potensi wisata di kepulauan Riau
tak kalah indahnya dibanding kawasan lain di Indonesia. Posisinya yang
strategis, tak jauh dari Singapura dan Malaysia, menjadi nilai lebih bagi
pariwisata Kepulauan Riau. Hal itu yang mendorong Pemerintah, khususnya Kementerian
Pariwisata memasukan kepualauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata yang
bakal dipromosikan tahun 2018.

Untuk itu, Kemenpar telah melakukan program promosi ‘Hot Deals’
Kepri kepada sejumlah pasar pariwisata dunia diantaranya ke kawasan Asia Timur.
Hot Deal, sendiri merupakan sebuah program untuk mempromosikan pariwisata
nasional yang  menjadi salah satu program andalan Kementerian Pariwisata
(Kemenpar).

Deputy General Manager Palm Spring, sebuah kawasan golf di
kepri,  Alex Leksmana mengungkapkan, Program Hot Deal besutan 
Kemenpar berhasil mengatrol jumlah pengunjung hingga menembus angka 39 ribu.
Hebatnya lagi, mayoritas pengunjung sebesar 80 persen adalah wisatawan
mancanegara. “Setelah menjadi bagian Program Hot Deal total jumlah
pengunjung mencapai 39 ribu dengan prosentase kenaikan signifikan. Wisman yang
bermain di tempat kami semuanya dari Singapura,” kata Alex, dalam rilis
yang diterima Gatra.com, kamis (28/12).

Peluang itu, lanjut Alex, dikombinasikan dengan kegiatan
turnamen yang digelar selama dua hari. Sehingga,  wisatawan yang datang
juga menginap dan berpotensi berbelanja atau aktivitas lain. Program Hot Deal,
akan berlangsung hingga 2018. Dalam catatan Kemenpar, pemasukan dari 
Program Hot Deal sudah mencapai Rp66,123 miliar.

Angka tersebut dihasilkan dari penjualan paket wisata 72.743
tiket kepada Singapura dan Malaysia sebagai market utama. Organizing Committee
Program Hot Deal, Christine Besinga menjelaskan, penurunan harga paket sampai
73% menjadi daya tarik program ini. “Penurunannya memang besar, tapi kami
tidak rugi, justru untung. Sebab, kami  memanfaatkan hari kerja Senin
sampai Kamis. Pada hari kerja tersebut, transportasi khususnya kapal ferry
memang sepi. Dengan Hot Deal ini aktivitas bisnis tetap jalan normal melalui
empat pintu masuk. Harusnya program ini bisa diterapkan di tempat lain dan
membuka pasar lebih besar di Asia,” ujar Christine. 

Pintu gerbang wisata dibagi dalam empat pintu, Kepri ditargetkan
bisa menerima  3,25 juta orang wisman atau naik 62% dari tahun lalu. Batam
tetap jadi pintu utama dengan beban 2,27 juta wisman atau naik 50 persen, yang
ditopang oleh wisata Tanjung Uban (600 ribu), Tanjung Pinang (190 ribu), dan
Tanjung Balai Karimun (190 ribu).

Christine menambahkan, inovasi Program Hot Deal di wilayah Kepri
akan dilakukan dengan mengacu hasil evaluasi Kemenpar dan potensi perubahan
target kunjungan wisman tahun depan. “Melihat potensi besar di Kepri, kami
akan melanjutkan program ini dengan berbagai perubahan. Kami ingin mendapatkan
hasil lebih baik. Tapi, seperti apa perubahannya, kami belum tahu. Kami harus
menunggu hasil evaluasi Kemenpar, sambil memperhatikan targetnya,” ungkap
Christine.

Sejauh ini, wisman asal Singapura menjadi primadona program Hot
Deal. Wisman Singapira menyumbang kunjungan hingga 35.935 pengunjung, atau
setara 47 persen. Malaysia menduduki peringkat ke dua dengan 12.544 pengunjung atau
setara 47 persen.  Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Tenggara
Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Program Hot Deal di Kepri akan diteruskan
sebab memberi peningkatan jumlah pengunjung sampai 80 persen. Kenaikan
signifikan jumlah wisatawan tentu berbanding lurus dengan pendapatan yang
diterima para pelaku bisnis industri pariwisata di Kepri.

“Batam memang menjadi prototype dan Kemenpar tentu gembira
karena Program Hot Deal ini sukses. Target penjualan para pelaku bisnis di sini
mayoritas naik naik 70 persen sampai 80 persen. Jujur kami sangat terkejut
dengan jumlah kenaikan itu, kan ini program sambil jalan. Kami tidak melakukan
prepromosi. Program ini tetap akan dilanjutkan di Kepri,” jelas Rizki. 

(***)

Sumber: gatranews.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.