Punya Uang Receh Banyak? Jangan Remehkan Uang Receh! Ini Cara Mengelolanya

Sebaiknya YPagers harus kumpulkan uang receh yang dimiliki saat ini karena akan berguna suatu saat nanti. Di Indonesia, mata uang kita yang paling sering digunakan untuk transaksi keuangan adalah uang kertas dan juga uang logam yang sering juga kita sebut uang receh. Jika dilihat dari segi efisiensinya, tentu saja uang kertas akan menjadi lebih praktis dibandingkan uang receh. Nilainya juga berbeda, uang kertas biasanya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan uang receh. Namun, keberadaan uang receh juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian orang terkadang merasa tidak perlu untuk memiliki atau menyimpan uang receh. Selain berat, uang receh sebaiknya disimpan saja di dalam celengan di rumah, baru kemudian dibuka nanti setelah terkumpul banyak. Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mengelola uang receh agar tidak merepotkan YPagers. Bahkan, jika diatur sedemikian rupa, YPagers malah akan senang memiliki banyak uang receh. Berikut ini ada beberapa tips yang berguna untuk mengelola uang receh milik YPagers:

1. Menggunakan Dompet yang Sama

Jika memiliki uang receh yang cukup banyak, simpanlah uang tersebut dalam dompet pribadi YPagers bersama dengan uang kertas. Karena terdapat uang receh, sebaiknya pilih dompet yang menyediakan tempat khusus dan beresleting untuk menyimpan uang receh. Dompet perempuan biasanya memiliki struktur seperti itu. Saat dibutuhkan, uang recehnya akan mudah ditemukan, dihitung dan tidak akan terlalu merepotkan YPagers.

2. Menyimpan di Tempat yang Sama

Ini berlaku jika YPagers memiliki uang receh dalam jumlah yang banyak, seperti uang receh milik pedagang misalnya. Mereka akan menyimpannya dalam sebuah rak atau lemari kecil, agar uang receh tersebut mudah diatur. Jangan meletakkan uang-uang receh tersebut di sembarang tempat, karena akan cukup sulit untuk mengaturnya nanti.

3. Kreatif Untuk Merekatkan Uang Receh

Ini juga salah satu cara yang sering dilakukan orang-orang agar uang recehnya lebih teratur. Saat ada waktu luang, cobalah untuk mengumpulkan uang receh yang YPagers miliki, kemudian satukan berdasarkan jenis pecahannya yang sama. Uang yang sudah diurutkan ini, bisa direkatkan dengan menggunakan selotip, atau bisa juga YPagers bungkus dengan menggunakan kertas dan diberi selotip setelahnya. YPagers bisa berikan label dari tumpukan receh tersebut, sesuai jumlahnya. Saat dibutuhkan YPagers tidak perlu menghitungnya kembali.

4. Menukarkan Uang Receh

Tips berikutnya adalah menukarkan uang receh yang YPagers miliki. Di lingkungan kita ini ada beberapa outlet seperti warung, pasar dan toko yang bisa menjadi tempat penukaran uang receh. Jika ingin uang penukarannya lebih bagus, YPagers juga bisa menukarkan uang receh ke bank terdekat.

5. Berikan Sebagai Uang Jajan untuk Anak

Di area sekolah anak-anak, biasanya jajanan dijual dengan harga cukup terjangkau, sehingga biasa menggunakan uang recehan. Nah, YPagers bisa memberikan uang receh yang YPagers miliki untuk bekal anak, selain jajan mereka akan lebih hemat, uang receh yang menggunung bisa bermanfaat.

6. Jangan Lupa Berikan Untuk yang Membutuhkan

Mungkin keberadaan uang receh cukup merepotkan sebagian orang, namun di luar sana, ada sebagian besar orang juga yang sangat menginginkan uang receh seperti itu. Jika memang ingin, YPagers bisa memberikan uang receh milik YPagers untuk orang-orang yang membutuhkan. Uang receh tersebut akan sangat bermanfaat mereka.

Ini Dia! 5 Cara Jaga Bisnis Agar Tetap Berjalan

Tak perlu takut mengambil langkah ketika sudah memutuskan untuk menjadi pelaku usaha, sekalipun YPagers harus mengambil langkah mundur atau ke samping. Kadang-kadang YPagers perlu mengambil langkah mundur atau ke samping untuk terus bergerak maju. Pentingnya tindakan bukan hanya berkaitan dengan peluncuran bisnis. Pemilik bisnis bisa juga berhenti dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh peraturan, kemajuan teknologi atau perekonomian secara keseluruhan.

Seorang pelaku usaha sukses adalah seseorang yang terlepas dari tantangan, terus bergerak meskipun tidak selalu maju. Pelaku usaha sukses tahu bahwa keberhasilan tidak selalu kemajuan dan memahami bahwa hambatan pasti akan muncul. Mereka yang akhirnya sukses tidak menjadi lumpuh oleh tantangan tetapi menemukan solusi di sekitar mereka. Mereka tidak duduk diam. Mereka terus bergerak.

Seperti yang ditulis oleh Robert Herjavec: Action lebih baik daripada tidak bertindak. Herjavec menyarankan bahwa pelaku usaha yang tidak mampu atau tidak mau untuk terus bergerak maju atau mundur atau mencari rute alternatif ditakdirkan akan kolaps. Tanpa gerakan seorang pelaku usaha dapat terjebak, stuck dan akhirnya gagal.

Murray Rothband, organisasi yang berkecimpung dalam bidang ekonomi, sumber daya manusia dan pemerintahan menilai pentingnya sebuah pergerakan: Konsep keberhasilan atau kegagalan dalam kewirausahaan adalah akibat adanya tindakan.

Berikut lima tips yang dapat membantu pelaku usaha untuk terus mengambil tindakan dan bergerak menuju kesuksesan:

1. Tentukan Tujuan

Pelaku usaha tahu apa yang mereka inginkan dan telah menetapkan beberapa tindakan untuk mencapai tujuan mereka. Tujuan berfungsi sebagai pemberi motivasi untuk tindakan seorang pelaku usaha. Pada waktu mereka mungkin perlu untuk mengambil langkah mundur atau ke samping untuk terus bergerak maju. Tujuan membantu pelaku usaha membuat program baru setelah membuat evaluasi dan penyesuaian.

2. Jangan Takut Gagal

Seringkali orang diajarkan bahwa kegagalan adalah hal buruk. Namun tanpa kegagalan beberapa pelaku usaha tidak akan tahu cara untuk sukses. Pelaku usaha jarang mendapatkan hasil yang positif pada tahun-tahun pertama berbisnis. Tetapi mereka memiliki kemampuan untuk terus bergerak dengan membuat penyesuaian yang akan berimbas untuk meningkatkan peluang sukses.

3. Berani Mengambil Resiko

Herjavec juga menulis: Terimalah bahwa ada kemungkinan Anda akan gagal untuk membuat lompatan di jurang, atau batu yang Anda injak akan runtuh, tetapi yang perlu Anda pahami adalah bahwa imbalan lebih besar daripada risiko.

Memang ada benarnya untuk mengatakan Jika tidak berani, Anda tidak akan mendapat apa-apa.

4. Bangun Komunikasi

Berkomunikasilah secara positif di lingkungan sekitar. Hal ini akan memudahkan ketika orang lain ingin tahu kemana arah bisnis YPagers, dan mereka dapat bereaksi terhadap situasi dalam mendukung tujuan YPagers. Ini akan melahirkan keyakinan dan YPagers akan menemukan bahwa YPagers akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengoreksi tindakan yang salah dalam hal mengarahkan atau bahkan eksekusi dari kegiatan terkecil.

5. Pastikan “On The Track

Bagaimana YPagers tahu bahwa bisnis YPagers berada pada jalur yang tepat? Jawabannya adalah: Mengukur segala sesuatunya. Pada level tertentu, YPagers akan mengetahui tindakan yang  mendorong tim untuk mengukur diri. Setiap orang harus memiliki beberapa tindakan pribadi yang terus menerus dilakukan untuk mencapai sasaran. Tindakan dapat diambil lebih awal untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya.

6 Alasan yang Membuat Orang Takut untuk Membeli Produkmu

Setiap pelaku usaha pasti ingin produknya laku di pasaran. Tapi tak selamanya dunia usaha dapat berjalan mulus sesuai keinginan. Ada kalanya produk yang YPagers pasarkan tidak diminati pelanggan. Nah, YPagers harus tahu alasan apa saja yang membuat pelanggan enggan membeli produk YPagers. Berikut enam alasan yang membuat orang takut atau enggan membeli produk yang YPagers pasarkan:

1. Pembawaan diri

Agar penjualan bagus hindari pembawaan diri yang terkesan memaksa, tidak peduli orang lain, datang di waktu yang tidak tepat.

Solusi: Datanglah seperti seorang penasihat ahli, jangan terburu-buru ketika menjelaskan tentang produk ke pelanggan.

2. Takut membuat kesalahan

Hanya menjelaskan dari sisi bagusnya, dan menyembunyikan kelemahannya.

Solusi: Pelanggan adalah teman, perlakukan dengan baik dan adil.

3. Merasa akan dibohongi

Bila seseorang pernah tertipu biasanya ia tak mudah percaya dan bersikap defensif.

Solusi: Jaga integritas kamu, jangan terlalu agresif.

4. Dihantui prasangka sendiri

Prasangka buruk bisa menutup kesempatan kamu.

Solusi: Usahakan hadir sebagai teman, bukan sebagai penjual.

5. Khawatir kehilangan muka

Jika presentasi kurang simpatik, pelanggan akan malu atau merasa bersalah.

Solusi: Jangan menyalahkan pelanggan jika memakai produk lain yang berkualitas kurang bagus. Buat orang merasa penting, berikan empati kepada mereka.

6. Jera pengalaman buruk masa lalu

Pelanggan enggan mengulangi pengalaman buruknya.

Solusi: Tangani dengan hati-hati agar pengalaman buruk itu tidak menutup kemungkinan untuk membeli produk kamu.

Susah Gaet Pelanggan? Terbukti, Word of Mouth Adalah Promosi yang Ampuh!

Pernahkah YPagers berpikir bagaimana cara yang paling tepat untuk memasarkan brand milikmu? Di era konektivitas sekarang ini, promosi satu arah tampak kurang mumpuni lagi. Promosi yang mumpuni bukan berasal dari perusahaan melalui iklan, tetapi melalui rekomendasi dari konsumennya. Itu sebabnya, mengapa perbincangan viral alias word-of-mouth menjadi media kampanye pemasaran efektif. Alasannya, konsumen saat ini lebih percaya rekomendasi sesama konsumen ketimbang informasi langsung dari perusahaan.

Strategi pemasaran Word-of-mouth (WOM) adalah promosi yang dilakukan baik secara lisan maupun tertulis, online maupun offline, yang dilakukan tanpa memungut biaya. WOM adalah sebuah cara yang paling kredibel dan kuat dalam periklanan.

Menjalankan strategi promosi bisnis ala WOM bisa memberikan dua keuntungan bagi bisnis YPagers. Selain bisa mempertahankan eksistensi pelanggan lama, pelanggan lama tersebut juga tak keberatan untuk mengajak para pelanggan baru secara langsung ataupun tak langsung. Pihak pelanggan akan merasa tertarik dan terus menantikan beragam upaya inovasi yang kita lakukan.

Menjadi merek yang direkomendasikan maupun diperbincangkan oleh konsumen tentu harus melewati beberapa syarat. Salah satunya, produk atau layanan tersebut memang berkualitas dan unik.

Pada awalnya metode ini berawal dari stimulan yang dirasakan oleh seorang konsumen. Dari stimulan ini timbul dorongan sosial, emosional, dan fungsional. Konsumen yang puas dengan hasil jasa atau produk dari brand yang ia konsumsi, umumnya akan memberitahu temannya. Terkadang hal ini didasari oleh rasa ingin diakui oleh lingkungannya. Memberikan review baik positif, maupun negatif juga merupakan salah satu dorongan emosional dari diri seseorang. Dan secara fungsional, rekomendasi yang konsumen tersebut sampaikan merupakan pelengkap bagi rantai informasi.

Sejak hadirnya internet dan media sosial, seperti Facebook, MySpace, YouTube, dan Digg, kekuatan dari WOM pun bertambah. Contoh media sosial yang sedang booming saat ini adalah Path, Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter. Pengguna media sosial dapat memberikan rekomendasi hanya dengan meng-update status pada akun mereka dan hal ini dapat menjadi informasi yang menarik bagi teman ataupun keluarganya.

Melansir dari Fortune Indonesia, ada 4 hal yang perlu YPagers perhatikan dalam pelaksanaan WOM:

Pertama, YPagers harus memiliki target influencers. YPagers perlu memastikan bahwa brand yang YPagers miliki sampai di telinga influencer yang tepat. Orang-orang ini bisa saja seorang jurnalis, public figure, atau bahkan trendsetter.

Kedua, YPagers harus membangun hubungan yang kuat dengan konsumen. Bagaimana caranya? Cara termudah untuk berkomunikasi dengan konsumen adalah dengan menggunakan platform sosial. Meledaknya media sosial yang terjadi beberapa tahun terakhir juga merupakan salah satu platform yang sangat mempengaruhi dunia advertising.

Ketiga, cari tahu kelebihan dan keunikan bisnis YPagers, dan sebarkan kepada orang banyak. Jangan hanya mengandalkan para influencer, YPagers juga dapat menjadi orang yang tepat untuk melakukan WOMM.

Dan yang terakhir adalah selalu bertindak jujur. Kesuksesan dari word-of-mouth marketing dalah mengandalkan kepercayaan dan kepuasaan konsumen terhadap brand, dan YPagers harus mendapatkan hal itu dengan kejujuran.

Meskipun word-of-mouth merupakan salah satu strategi pemasaran yang paling efektif, bukan berarti semua brand besar tidak memiliki iklan, dan tidak ada salahnya tetap membuat iklan untuk brand YPagers. Karena pada akhirnya, nilai atau value dari produk itu sendiri yang menjadi refleksi dari produk YPagers.

Rahasia Sukses Berbisnis Bagi Generasi Milenial Ala Anak Presiden

Gibran Rakabuming Raka rasanya sudah terkenal dengan statusnya sebagai Putra sulung Presiden Joko Widodo. Namun selain itu, masyarakat juga mengenal Gibran sebagai seorang pengusaha muda yang memiliki bisnis beragam dan sukses. Bisnis Gibran antara lain katering Chili Pari, Martabak Kota Baru alias Markobar, hingga aplikasi bisnis kuliner Madhang.id.

Profil Gibran sebagai pengusaha muda yang mandiri pun menjadi inspirasi banyak kaum muda, tanpa kecuali generasi millenial tanah air. Dalam sebuah seminar mengenai kewirausahaan bagi generasi muda yang dihadirkan pada ajang Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo di Denpasar, Bali, akhir pekan lalu, Gibran memberikan sejumlah tips bagi generasi millenial untuk memulai bisnis.

Menurut Gibran, hal pertama dan yang paling penting dalam memulai bisnis adalah tidak takut untuk memulai. Selain itu, generasi muda yang ingin memulai bisnis pun dipandangnya harus berani mengambil risiko. Karena saat YPagers berusaha bukan pada berhasil atau gagal, namun apakah berani atau tidak? kuncinya memang jangan malu atau takut untuk memulai bisnis dari nol dan skala terkecil sekalipun.

Gibran juga menekankan agar bisnis dimulai sedini mungkin. Ia memberi contoh bisnis kuliner Markobar yang didirikannya. Gibran mengatakan, saat ini Markobar telah memiliki 37 cabang di seluruh Indonesia, padahal awalnya hanya martabak yang dijual di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak.

Tidak hanya itu, Gibran juga mengingatkan ketika memulai bisnis, jangan langsung memikirkan omzet yang besar atau skala besar. Jangan ragu memulai bisnis dari yang kecil dan jangan malu ketika memiliki bisnis skala kaki lima. Walaupun bisnis kecil, namun harusnya ditekuni. Sebab Gibran memandang usaha tidak pernah membohongi hasil.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memanfaatkan kemajuan teknologi, dalam hal ini adalah media sosial, untuk memajukan bisnis. Sebab, menurut Gibran, media sosial sangat membantu dalam pemasaran bisnis di masa kini. Menggunakan media sosial berarti YPagers akan menjangkau lebih banyak pasar.

Nah, itulah kisah sukses dari Gibran si Putra Sulung Presiden RI Joko Widodo, yang berani membuka bisnis dari nol. Yuk, cari tahu bisnis yang sesuai dengan minat YPagers dengan bergabung bersama YellowPages.

Pentingnya Membangun Brand Positioning Untuk Bisnis. Apa Artinya?

Ketika sebuah persaingan semakin ketat di dalam sebuah pasar, peran strategi marketing sebaiknya semakin kuat digencarkan oleh YPagers sebagai pebisnis. Salah satu upaya marketing yang cukup sering dilakukan adalah branding. Membangun brand positioning pun harus serius direncanakan.

Brand positioning sendiri mengacu pada apa saja yang ingin ditanamkan di benak konsumen. Hal ini kian penting, lantaran merek kerap menjadi salah satu hal yang memunculkan perilaku yang terkadang tidak irasional pada konsumen. Dengan merek, YPagers pun dapat melakukan aktivitas yang bukan hanya berbicara jualan produk/jasa, tetapi juga faktor emosional konsumen. Merek mampu menjadikan suatu produk yang sama menjadi berbeda di benak konsumen.

Membangun brand positioning erat hubungannya dengan membangun sebuah produk/jasa yang YPagers jual. Dalam membangunnya, YPagers harus menjaga upayanya agar tetap konsisten dan searah. Dari sini, berbagai komunikasi yang dilakukan oleh YPagers haruslah sama meski dengan kanal komunikasi yang berbeda.

Segmentasi konsumen pun tak kalah penting untuk menjaga efektivitas dari upaya komunikasi agar sampai ke konsumen yang dituju dan menghadirkan efisiensi biaya. Selain menargetkan pada segmen konsumen tertentu, YPagers juga harus bisa mendeskripsikan produk/jasa yang YPagers jual di kategori tertentu (frame of reference). Misalnya, Dettol dibangun sebagai produk sabun untuk kesehatan.

Poin ketiga yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah brand positioning adalah diferensiasi atau perbedaan. Diferensiasi yang dimiliki oleh produk/jasa milik YPagers harus terlihat jelas. Diferensiasi ini pun menjadi daya saing yang bisa digunakan untuk memenangkan persaingan.

Terakhir, yang tak boleh dilupakan, sebuah merek harus mampu membangun kepercayaan dari konsumennya (reasons to believe). Ketika YPagers menyampaikan kelebihan atau manfaat dari produk/jasa milik YPagers, maka pesan tersebut harus sesuai ketika dirasakan langsung oleh konsumen. Dengan begitu, produk/jasa yang YPagers jual memiliki branding yang kuat dan tidak kalah bersaing dengan produk/jasa yang YPagers jual. Yuk, cari tahu bisnis dan tips menarik lainnya dengan bergabung bersama YellowPages Indonesia.

Bingung menentukan cara untuk mencari partner bisnis? Ini Dia Tips Mencari Partner Bisnis yang Tepat

Mencari partner B2B (Business-to-Business) yang tepat dalam berbisnis tidak mudah dan harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan produk B2B umumnya dipandang berisiko tinggi karena nilai setiap transaksinya sangat tinggi, serta melibatkan rantai pasokan yang cukup banyak. Namun, bagi YPagers pengusaha kecil yang berniat mencari partner B2B yang tepat tidak perlu khawatir, sebab dibawah ini akan diberikan beberapa tipsnya.

Tentukan dan jelaskan tujuan

Langkah pertama dalam membangun bisnis rekanan tentu adalah membuat secara jelas tujuan YPagers. Apa pencapaian yang YPagers harapkan dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan ini, dan akankah kerjasama benar-benar menguntungkan kedua belah pihak? Hal ini begitu penting sebab kerjasama dengan rekan bisnis sering gagal akibat masing-masing pihak tidak jelas memahami tujuan utama satu sama lain. Untuk itu, YPagers perlu mencari tahu apa yang penting bagi YPagers, sebelum mulai berbicara dengan vendor, dan benar-benar mencari tahu apa yang diprioritaskan rekan bisnis, terutama mengenai hal apa yang akan diberikan kepada pelanggan.

Pertimbangkan sisi lain

Ketika YPagers perlu menemukan rekanan atau vendor terbaik untuk kebutuhan bisnis, maka semua itu tidak hanya tentang bisnis YPagers. Ini dikarenakan setiap kesepakatan B2B harus menguntungkan kedua belah pihak. Sebaiknya pemilik usaha kecil menggunakan waktunya untuk memahami tujuan perusahaan lain dan bagaimana proposal yang dibuat dapat membantu perusahaan. Hal ini memungkinkan YPagers untuk melakukan pendekatan dengan win-win solution.

Berbicara dengan pemilik usaha kecil lainnya

Jika YPagers baru pertama kali mulai melakukan kerjasama bisnis B2B dengan rekanan bisnis pertama, maka YPagers bisa jadi belum mengetahui semua seluk-beluk kerjasama dengan perusahaan lain. Sebaiknya, YPagers berbicara dengan pemilik bisnis lain yang berada dalam satu industri dengan YPagers, dan telah berhasil dengan transaksi B2B. Dengan demikian, pemilik bisnis tersebut dapat membantu YPagers untuk mengarahkan ke beberapa situasi rumit yang mungkin terjadi. Meski internet menguasai pencarian informasi saat ini, tetapi cara terbaik adalah datang dan berbicara langsung dengan pemilik bisnis lain untuk berdiskusi.

Menemukan keseimbangan yang tepat antara harga dan kualitas

Pemilik usaha kecil sering bekerja dengan anggaran yang terbatas, dan banyak keputusan yang dibuat berdasarkan  biaya. Meski harga selalu menjadi faktor utama, namun YPagers juga harus mempertimbangkan keseluruhan nilai dari kesepakatan yang YPagers buat untuk bisnis YPagers. Misalnya, apabila penting untuk melakukan outsourcing atau menggunakan vendor dalam mengembangkan sesuatu yang akan memberikan YPagers keuntungan kompetitif, mungkin YPagers tidak selalu ingin membayar dengan harga terendah.

Terus-menerus mengecek rantai pasokan

Bisnis bukanlah entitas yang berbeda, tapi menyerupai ekosistem yang kompleks. Oleh karena itu, bisnis memerlukan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga semua panah menunjuk ke arah yang sama. Menciptakan lingkungan yang harmonis sangat erat hubungnya dengan pemasok, produsen, rencana operasi, prakiraan, logistik, dan sebagainya. Namun, perusahaan sering mengabaikan salah satu ancaman terbesar untuk sukses, yaitu kualitas. Perusahaan perlu memiliki penglihatan yang tajam untuk melihat kualitas seluruh rantai pasokannya, dan membuat penyesuaian kebutuhan untuk memastikan bahwa kualitas rendah tidak akan mengganggu jaringan akhir. Untuk, itu, YPagers sebaiknya memiliki percakapan yang terbuka dan jujur dengan pemasok.

Membangun hubungan berdasarkan kepercayaan

Seperti jenis hubungan lainnya di dunia ini, maka kerjasama bisnis juga membutuhkan kepercayaan agar transaksi B2B dapat berjalan baik. Secara sederhana, YPagers perlu mempercayai rekanan YPagers dan memperlakukannya seperti partner. Semoga informasi yang YellowPages bahas di atas dapat membantu YPagers untuk mencari partner B2B yang tepat. Selamat berbisnis dan semoga sukses, YPagers!

3 Faktor Penting Dalam Merintis Bisnis UKM

Ketertarikan masyarakat dalam membuka bisnis UKM tak hanya melanda golongan pekerja yang sudah bosan menjadi karyawan. Anak-anak muda saat ini pun sudah berlomba merintis bisnis UKM. Umumnya usaha yang mereka jalankan mengincar pasar anak muda juga. Modal utama merintis bisnis UKM ini adalah kreativitas, passion dalam berbisnis atau suatu bidang tertentu, serta pengetahuan yang mencukupi untuk memulai suatu bisnis. Nah, bagi YPagers yang hendak merintis bisnis UKM berikut ada 3 faktor yang patut diperhatikan.

1. Buat Usaha yang Unik dan Belum Ada

Kreativitas dalam berbisnis sangat diperlukan agar YPagers bisa menciptakan usaha unik yang belum pernah ada. YPagers dapat memanfaatkan teknologi internet atau media lain untuk melihat-lihat potensi sumber daya yang dapat YPagers kembangkan sebagai bisnis. Meski baru dan berbeda terkadang tak semuanya bisa jadi unik dan menarik. Hal terpenting ialah memerhatikan kebutuhan pasar dan pastikan produk YPagers memiliki nilai jual yang baik.

2. Ciptakan Usaha Populer jadi Berbeda

Seandainya YPagers memiliki ide dan kreativitas yang terbatas jangan memaksakan diri untuk membuka usaha yang unik dan berinovasi. Ada cara lain yang bisa dilakukan yaitu mengadopsi usaha yang sudah lebih dahulu populer dan membuatnya jadi ciri khas bisnis YPagers. Misalnya, bisnis pakaian, makanan kecil hingga kafe. Ingat untuk membuat produk YPagers berbeda dari usaha lain yang sudah ada maka jangan terlalu mengadopsinya 100 persen. YPagers bisa membedakannya dari segi kualitas dan kuantitas produk yang dijual.

3. Tekuni Kegemaran dan Hobi

Bisnis yang dimulai dari rasa kegemaran maupun hobi biasanya akan lebih bertahan lama. Hal ini disebabkan saat menjalani bisnis tersebut, YPagers memang menyukai bidangnya. Apalagi hobi YPagers jika dikembangkan ternyata bisa berbuah jadi keuntungan. Dan yang jadi nilai tambah adalah dengan memiliki hobi atau kesukaan tertentu membuat YPagers memiliki pengetahuan yang baik dalam bidang tersebut. Pengetahuan yang baik merupakan modal dalam membuka usaha. Kebanyakan perusahaan besar yang dulunya hanya dimulai dari industri rumah kecil-kecilan berawal dari sebuah kegemaran yang ditekuni.

Apabila sudah menerapkan ketiga faktor di atas, maka bersiap-siaplah membuka bisnis UKM. Jangan menunda terlalu lama karena kesempatan tidak akan datang untuk yang kesekian kalinya. Selamat berbisnis!

8 Ide Bisnis Rumahan yang Potensial

Kondisi perekonomian saat ini yang masih belum stabil, dimana nilai tukar mata uang Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS menyebabkan beberapa implikasi, misalnya kenaikan harga suatu barang.

Tetapi jangan khawatir, dibalik itu semua ternyata ada prospek bisnis yang sangat potensial jika digarap dengan serius, dan menariknya tidak terpengaruh dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Sebagai calon pengusaha, kita harus jeli melihat peluang usaha di sekitar kita.  Mereka mengambil ide bisnis rumahan yang tidak terpengaruh anjloknya mata uang dalam negeri.

Berikut ini 8 ide bisnis rumahan yang potensial menghasilkan keuntungan :

1. Bikin boneka

Modal: Rp 5-8 juta

Duit modal itu dipakai untuk membeli peralatan dan bahan, seperti kapas, gunting, kain, dan benang. Lebih bagus kalau bisa nambah dikit untuk membayar dua-tiga pegawai, sehingga produksi lebih banyak.

Agar memastikan keuntungan, pasarkan lewat internet dengan target pembeli di mancanegara. Biar bisa bersaing, pastikan punya kemampuan membuat boneka yang baik, dari segi kualitas maupun desain.

Contoh, boneka wayang Rama & Shinta dijual seharga USD 70 di eBay dengan target pasar internasional. Padahal biaya satu boneka paling cuma Rp 100 ribu. 

2. Hijab

Modal: Rp 5-10 juta

Tidak perlu produksi sendiri kalau ingin bisnis hijab. Kita bisa mengambil dari pemasok, kayak di Pasar Tanah Abang, lalu dijual lagi. Tapi harus pandai tawar-menawar biar bisa kulakan dengan harga miring lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Pasar di dalam negeri masih bagus karena Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim. Kalau mau menggasak peluang lain, pasarkan juga di negeri yang warganya banyak yang muslim, seperti Malaysia, Brunei, atau Arab Saudi.

Contoh, hijab yang di Pasar Tanah Abang seharga Rp 50 ribu rata-rata dihargai 49 ringgit di Malaysia. Dengan kurs 1 ringgit sekitar Rp 3.500, bisa untung 2 kali lipat!

3. Katering

Modal: Rp 20-30 juta

Modal bisnis katering memang agak besar karena keperluannya banyak, seperti beli peralatan masak dan bahan serta gaji asisten. Tapi kalau baru mulai, cari proyek kecil-kecilan dulu saja, seperti menyediakan konsumsi untuk seminar/workshop dengan peserta kurang dari 50 orang.

Tidak perlu muluk-muluk melayani 1.000 tamu undangan. Biar cuma 100 porsi tapi rutin juga menguntungkan.

Bikin menu yang bahannya berasal dari dalam negeri biar pengeluaran tidak besar. Kalau ingin bisnis katering makanan Jepang atau Korea, misalnya, tidak cukup modal Rp 20 juta. Jangan lupa, harus pintar masak.

Contoh, bikin katering dengan menu gudeg untuk 100 tamu undangan. Dengan harga tiap porsi ditetapkan Rp 25 ribu, sedangkan belanja modal cuma Rp 20 ribu, ada keuntungan Rp 5.000 x 100= Rp 500 ribu.  Itu baru satu acara. Dalam sebulan acara bisa lebih dari sekali.

4. Warung makan

Modal: Rp 30-40 juta

Bisnis bikin warung makan hampir sama dengan katering. Hanya modalnya lebih besar karena ada biaya sewa tempat buat warung. Kecuali jika sudah punya tempat sendiri.

Ingat, makan adalah kebutuhan utama manusia untuk bertahan hidup, jadi bisnis warung tidak akan pernah redup.

Seperti katering, jualan menu dalam negeri saja agar tifak perlu memasok bahan dari luar negeri. Pemilihan lokasi warteg di deket kawasan perkantoran/kampus/pusat bisnis pastinya menjanjikan dengan target pelanggan pekerja kantoran/mahasiswa/masyarakat umum. Tentunya masakan juga harus enak agar pelanggan selalu datang.

Contoh, membuat warteg dengan modal Rp 30 juta. Kalau memasang target pendapatan minimal Rp 300 ribu sehari, dalam tiga bulan sudah balik modal. Untuk mengejar target, bisa manfaatkan internet dan smartphone untuk layanan delivery.

5. Tour guide

Modal: Rp 10-15 juta

Membuat usaha biro wisata dengan target utama turis asing, karena mereka membayar dengan  mata uang asing dengan mengikuti kurs rupiah. Namun, pastikan harus fasih setidaknya bahasa Inggris.

Untuk pemasaran, bisa disupport dengan membuat website biro wisata. Jika tidak mampu membuat sendiri, bisa juga mencari jasa pembuatan website. Dengan duit sekitar Rp 500 ribu sudah bisa membayar jasa pembuatan situs yang simpel. Jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dari wisata buat turis asing ini tidak seberapa.

Contoh, paket wisata dengan harga US$ 10 per orang. Biasanya turis berwisata dalam kelompok. Kalau tiap kelompok ada 5 orang misalnya, sudah terkumpul Rp  700 ribu dengan kurs 1 dolar=Rp 14 ribu. Kalau ada 2 kelompok dalam sehari, bisa dihitung sendiri labanya.

6. Kerajinan tangan

Modal: Rp 10-20 juta

Membuka bisnis kerajinan tangan dengan bahan murni dari dalam negeri. Jika bisa membuat sendiri dan mempekerjakan pegawai, itu bagus. Tapi kalau tidak bisa, kita bisa datengin produk dari sentra usaha kecil-menengah di daerah.

Orang Amerika, Eropa, Australia sangat suka dengan kerajinan tangan khas Indonesia, mereka suka dengan sifatnya yang unik dan tradisional disamping bentuknya yang menarik.

Di Sumedang dan Sleman ada desa penghasil kerajinan bambu. Kalau mau bisnis kerajinan tanah liat, bisa kulakan di Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Kita harus tahu seluk-beluk kerajinan yang mau ditekuni sebagai bisnis agar bisa memasarkan dengan baik, syukur-syukur sampai ke negeri tetangga.

Contoh, kulakan patung tanah liat hiasan meja seharga Rp 3.000. Di pasar mancanegara, contohnya eBay, patung itu bisa dihargai sedikitnya US$ 1. Apalagi jika bentuknya eksotis kayak tokoh wayang.

7. Batik

Modal: Rp 10-20 juta

Batik Indonesia sudah diakui UNESCO, jadi sudah memiliki nama baik di dunia internasional. Jika ingin bisnis batik berkualitas, misalnya batik tulis, otomatis modalnya juga besar karena harganya pun mahal.

Batik Indonesia sudah diakui UNESCO. Otomatis harga jualnya pun ikut terdongkrak karena status itu. Plus semakin banyak orang, terutama orang di luar negeri yang penasaran dengan batik khas Indonesia.

Kita bisa kerja sama dengan kelompok-kelompok pembatik di daerah seperti Solo, Pekalongan, dan Yogyakarta untuk memproduksi batik. Jika ingin, bisa lebih fokus ke pasar luar negeri lewat toko online dengan pengantar berbahasa inggris.

Contoh, kulakan batik tulis di Solo dengan harga Rp 200 ribu. Di pasar luar negeri, misalnya Amerika, batik tulis bisa dibanderol hingga US$ 50.

Di luar negeri juga sering diadakan pameran produk dalam negeri yang difasilitasi pemerintah. Acara seperti ini bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk batik ke dunia internasional.

8. Jamu

Modal: Rp 5-10 juta

Siapa bilang jualan jamu harus muter-muter jalan kaki sambil gendong botol jamu? Jamu Nusantara punya pasar di luar negeri, khususnya buat warga Indonesia yang tinggal di mancanegara entah karena kuliah, kerja, bisnis atau yang lain.

Buat penduduk lokal pun jamu masih jadi idola, menjadi obat organik untuk menjaga kesehatan. Tapi kalau buka bisnis ini kita harus mengetahui bahan-bahan untuk membuat jamu.

Menurut laporan Kontan, jamu memperkuat nilai ekspor kita. Artinya, pasar jamu Indonesia di mancanegara bagus. Jamu kunyit asem yang dijual Rp 5 ribu per botol di Jogja, misalnya, bisa lebih mahal 2-3 kali lipatnya jika dipasarkan di luar negeri, misalnya Malaysia.

Itulah 8 ide bisnis rumahan yang potensial. Semuanya mengandalkan bahan dalam negeri jadi tidak terpengaruh nilai tukar mata uang.

Untuk memaksimalkan keuntungan, bisnis bisa menargetkan pasar di luar negeri agar kita dibayar dengan dolar atau mata uang lain yang nilainya lebih tinggi ketimbang rupiah. Atau bisa juga fokus lebih dulu untuk mengembangkan bisnis di dalam negeri dahulu.

Sembilan Miliarder Ini Beri 90 Persen Hartanya Untuk Beramal

Banyak dari para miliarder dunia yang menyisihkan sedikit uang mereka untuk beramal. Namun tidak banyak dari mereka yang berencana untuk memberikan sebagian besar harta yang dimilikinya untuk beramal.

Melansir dari Entrepreneur.com dan Okezone.com, setidaknya ada sembilan miliarder dunia yang sudah berencana akan memberikan hampir seluruh uangnya untuk beramal.

1. Paul Allen

Menurut penelitian dari Wealth-X, Co Founder Microsoft Paul Allen, hingga saat ini telah menyumbangkan hartanya sebesar USD2 miliar untuk beramal. Termasuk sumbangan sebesar USD100 juta pada tahun lalu untuk memerangi virus Ebola di Afrika Barat.

Paul juga diketahui telah bergabung dengan The Giving Pledge pada 2010. Dimana dia berjanji akan fokus beramal dalam bidang ilmu penelitian. Oleh karena itu Paul mendirikan Allen Institute fo Brain Science, dimana sebuah sekolah tinggi yang fokus mempelajari penyebab genetik dari berbagai penyakit otak dan gangguan saraf.

2. Manoj Bhargava

CEO Sekaligus Founder 5-Hour Energy Manoj Bhargava diketahui telah berjanji untuk memberikan 90 persen lebih dari total kekayaannya untuk beramal. Banyak dari filantropinya yang bertujuan untuk meringankan seluruh penderitaan manusia di dunia.

Manoj juga telah mendirikan yayasan yang telah mengerjakan lebih dari 400 proyek kemanusiaan hingga saat ini. Termasuk di antaranya memperbaiki sekolah dan rumah sakit di dunia. Selain itu yayasannya juga telah membantu untuk memajukan pendidikan dan karier bagi kaum perempuan di India

3. Sara Blakly

Pendiri Spanx Sara Blakely telah bergabung dengan The Giving Pledge untuk memperbaiki dunia khususnya untuk para wanita. Usahanya tersebut dimulai Sara dengan membuat sebuah program yang disebut Leg-UP. Dimana dengan program tersebut para pengusaha wanita memiliki kesempatan untuk memajang produknya secara gratis di katalog Spanx

Sara juga sering membantu para wanita yang memiliki kendala dalam keuangan untuk menyelesaikan pendidikannya. Dia juga diketahui menyumbang USD1 juta kepada Leadership Academy Oprah untuk membantu anak perempuan di Afrika Selatan.

4. Warren Buffett

CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett merupakan pria yang sudah tidak asing lagi dalam hal kegiatan amal. Bersama dengan Bill dan Melinda Gates, Warren mendirikan The Giving Pledge, sebuah kampanye yang mendorong orang-orang kaya di dunia untuk beramal.

Menurut penelitan Wealth-X, total uang yang telah dikeluarkan Warrent untuk beramal hingga saat ini sudah sebesar USD21,2 miliar. Dia juga berjanji akan memberikan 99 persen dari total kekayaannya untuk diamalkan ketika dirinya meninggal.

5. Patrice and Precious Motsepe

Founder perusahaan tambang African Rainbow Minerals dan South Africa’s first Patrice Motsepe bersama istrinya Precious dikenal sangat aktif dalam kegiatan sosial untuk menghilangkan kesenjangan sosial atau disparitas di Afrika Selatan.

Sepasang suami istri ini sering membantu masyarakat Afrika Selatan yang kurang mampu agar bisa menjadi mandiri. Pada 1999 pasangan ini menghabiskan setidaknya setengah dari total kekayaannya guna mendirikan Motsepe Foundation. Yayasan tersebut fokus dalam hal menciptakan lapangan kerja baru, pendidikan, dan membantu orang-orang cacat.

6. Richard Branson

Founder Virgin Group Richard Branson juga merupakan salah satu miliarder yang cukup terkenal dalam kegiatan sosial. Pria ini mendirikan lembaga non profit Virgin Unite untuk fokus dalam penyelesaian berbagai permasalahan seperti mengurangi emisi karbon, melindungi lingkungan dan resolusi konflik. Richard bersama istrinya bergabung dengan the Givin Pledge pada 2013 silam.

7. Bill dan Melinda Gates

Founder Microsoft Bill Gates dan istrinya merupakan salah satu pendiri The Giving Pledge, sebuah kampanye yang mendorong orang-orang kaya di dunia untuk beramal. Menurut Wealth-X pasangan ini telah menyumbangkan hartanya paling banyak dibandingkan seluruh manusia yang ada di bumi, yakni sebesar USD27 miliar.

Melalui yayasan yang dimilikinya, Gates Foundation, pasangan ini fokus membantu permasalahan yang ada di seluruh dunia yakni dengan mendukung pembangunan di sektor pertanian, bantuan darurat, kemiskinan perkotaan, kesehatan global, dan pendidikan.

8. Azim Premji

Azim Premji merupakan pria yang dikenal menjabat sebagai Direktur Utama Wipro sebuah perusahaan konsultan dan IT. Selain itu pria ini juga dikenal dari yayasan yang didirikannya sendiri dengan nama Azim Premji Foundation.

Melalui yayasannya tersebut, Azim juga mendirikan Azim Premji University, sebuah perguruan tinggi yang mendidik para guru dalam bidang komputer secara gratis. Pria ini juga bergabung dengan the Giving Pledge pada 2013 dan menyumbangkan 8,7 persen sahamnya di Wipro senilai USD 2 miliar untuk mendirikan yayasannya tersebut. Menurut Wealth-X hingga saat ini total kekayaannya yang sudah disumbangkan sebesar USD8 miliar

9. Mark Zuckerberg

Founder sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg merupakan pemuda yang dikenal telah menghasilkan miliaran dolar dari media sosial yang diciptakannya. Namun selain itu Mark juga dikenal dengan kedermawanannya.

Mark merupakan orang pertama yang bergabung dengan th Giving Pledge pada 2010 silam. Tahun lalu, bersama dengan istrinya Priscilla, mereka menyumbang USD25 juta ke CDC Foundation untuk melawan penyebaran virus Ebola. Mereka juga mendorong pengguna Facebook untuk melakukan hal yang sama.

Mark bersama istrinya juga memberikan USD75 juta untuk Silicon Valley Community Foundation guna mendirikan Rumah Sakit Umum San Francisco. Total uang yang mereka keluarkan untuk beramal sekitar USD1,6 miliar.